gunadarma.ac.id

Minggu, 09 Oktober 2016

Perbandingan Kawasaki KLX 150 S dan D - TRACKER 150 S



Latar Belakang 
Banyak Konsumen yang menanyakan apakan perbedaan antara KLX 150 dan D-Tracker 150S. Pada dasarnya KLX 150S dan D-Tracker 150S adalah saudara kembar. Trail vs Supermoto

Kawasaki D-Tracker 150S

Keduannya Mengusung mesin dengan tipe yang sama dan kemampuan yang hampir serupa.

Kawasaki KLX 150S


Persamaan antara KLX 150S dan D-Tracker 150S:









Suspensi Belakang :


Unitrack Suspension System

KLX 150S dan D-Tracker 150S menggunakan Unitrack Single Shock dengan 5 tingkat penyetelan/ setting kekerasan yang akan memberikan kenyamanan berkendara di segala medan/ kondisi jalan


Mesin Kawasaki  KLX 150S

Mesin :
Untuk Mesin keduannya menggunakan tipe mesin yang sama, basis mesin single 4 tak 150cc tangguh dan ekonomis dan irit yang dilengkapi dengan karburator KEIHIN NCV24. Dengan konfigurasi mesin tegak maka didapat daya maksimum =11,7 PS/8000 rpm dan Torsi maksimum = 12Nm/6500 rpm

Type Mesin
4-Langkah, SOHC, 2 katup
Diameter x Langkah
58,0 x 54,4mm
Jumlah & Isi Silinder
1 buah & 144cc
Perbandingan Kompresi
9,5:1
Daya Maksimum
11,7PS / 8000 rpm
Torsi Maksimum
12 Nm / 6500 rpm
Karburator
Keihin NCV24
Sistem Starter
 Kick Starter & Electric Starter
Jumlah Transmisi
 5 speed return
Rasio Gigi
Ke-1: 2,917 (35/12)

Ke-2: 2,000 (32/16)

Ke-3: 1,474 (28/19)

Ke-4: 1,182 (26/22)

Ke-5: 1,000 (24/24)



Mesin Kawasaki D-Tracker 150S


Teknologi KSAI (Kawasaki Secondary Air Injection System)
KSAI membuat KLX 150s dan D-Tracker 150 S Ramah lingkungan dari sisi emisi gas buang sesuai standart EURO 2, serta membuat pembakaran gas ekonomis dan Irit

Untuk detail gambar dan foto Kawasaki D-Trakser dan KLX bisa di lihat di



Sedangkan perbedaan antara keduannya adalah:

D-Tracker 150 S

D-Tracker 150S adalah motor serbaguna ber Genre Supermoto yang tangguh dan kuat di segala medan. Handling yang nyaman dan stabil. Dengan mesin yang powerfull cirikhas Trail versi jalan raua. Keunggulan sockbreaker Up-Side Down lembut di segala medan.

Spesifikasi:

Type Mesin
4-Langkah, SOHC, 2 katup
Diameter x Langkah
58,0 x 54,4mm
Jumlah & Isi Silinder
1 buah & 144cc
Perbandingan Kompresi
9,5:1
Daya Maksimum
11,7PS / 8000 rpm
Torsi Maksimum
12 Nm / 6500 rpm
Karburator
Keihin NCV24
Sistem Starter
 Kick Starter & Electric Starter
Jumlah Transmisi
 5 speed return
Rasio Gigi
Ke-1: 2,917 (35/12)

Ke-2: 2,000 (32/16)

Ke-3: 1,474 (28/19)

Ke-4: 1,182 (26/22)

Ke-5: 1,000 (24/24)
Perbandingan Gigi akhir
2,929 (41/14)
Jumlah Rasio Roda Gigi
8,434 pada Top Gear


Sistem pengapian
DC-CDi
Idle Speed
1400(+-50) rpm
Frame
High-Tensile steel, box-section perimeter
Jarak Poros Roda
1255 mm
Jarak Terendah Ke Tanah 
230 mm
Berat maksimum / Berat kosong
229 kg / 109 kg
Beban Gandar Depan / Belakang
79 kg / 150 kg


Suspensi Depan
33mm Up-Side Down
Suspensi Belakang
UNI-TRAK®, swing arm Monoshock
Panjang x Lebar x Tinggi
1.900 X 770 X 1060 mm
Rem Depan
Hidrolic, single-Disc
Rem Belakang
Hidrolic, single-Disc
Roda Depan
100/80-14
Roda Belakang
120/80-14


Julur Depan
255 mm
Julur Belakang
390 mm
Tipe / Panjang Kemudi Handle Bar /
760mm
Sudut putar
42° ke kiri dan 43° ke kanan
Radius putar
2.010 mm



KLX 150S

KLX 150S adalah motor yang dapat digunakan untuk aktifitas sehari-hari.
KLX 150S motor Trail 4 Tak-150 cc yang pertam di Indonesia dan sangat cocok untuk semua lapisan masyarakat Indonesia. Tangguh untuk melintasi medan aspal maupun tanah. Dilengkapi dengan permorma mesin yang handal manjadikan KLX 150S mampu melintasi segala medan.

Spesifikasi

Type Mesin
4-Langkah, SOHC, 2 katup
Diameter x Langkah
58,0 x 54,4mm
Jumlah & Isi Silinder
1 buah & 144cc
Perbandingan Kompresi
9,5:1
Daya Maksimum
11,7PS / 8000 rpm
Torsi Maksimum
12 Nm / 6500 rpm
Karburator
Keihin NCV24
Sistem Starter
 Kick Starter & Electric Starter
Jumlah Transmisi
 5 speed return
Rasio Gigi
Ke-1: 2,917 (35/12)

Ke-2: 2,000 (32/16)

Ke-3: 1,474 (28/19)

Ke-4: 1,182 (26/22)

Ke-5: 1,000 (24/24)
Perbandingan Gigi akhir
2,929 (41/14)
Jumlah Rasio Roda Gigi
8,434 pada Top Gear


Sistem pengapian
DC-CDi
Idle Speed
1400(+-50) rpm
Frame
High-Tensile steel, box-section perimeter
arak Poros Roda
1285 mm
Jarak Terendah Ke Tanah 
250 mm
Berat maksimum / Berat kosong
228 kg / 108 kg
Beban Gandar Depan / Belakang
79 kg / 150 kg


Suspensi Depan
33mm telescopic fork / 7.1 in.
Suspensi Belakang
UNI-TRAK®, swing arm Monoshock
Panjang x Lebar x Tinggi
1.900 X 770 X 1060 mm
Rem Depan
Hidrolic, single-Disc
Rem Belakang
Hidrolic, single-Disc
Roda Depan
70/100-19
Roda Belakang
90/100-16


Julur Depan
310 mm
Julur Belakang
380 mm
Tipe / Panjang Kemudi Handle Bar /
760mm
Sudut putar
43° ke kiri dan 43° ke kanan
Radius putar
2.010 mm


Perbedaan utama dari KLX 150S dan D-tracker 150S

Jarak Ke Tanah
KLX Jarak terendah ke tanah  : 250 mm
D-Tracker  Jarak Terendah Ke Tanah   :230 mm

Suspensi Depan 
KLX Suspensi Depan  : 33mm telescopic fork / 7.1 in. (kelebihan Telescopic dangan tabung fork berdiameter 33mm nenberikan kenyamanan dalam segala macam medan, terutama medan OFF ROAD)
D-Tracker Suspensi Depan                 :33mm Up-Side Down Front Folk (Kelebihan Nyaman dan sangat lembut untuk meredam medan jalan namun tetap stapil bila dipacu dalam kecepatan tinggi)


Ukuran Ban


Ban KLX 150S tipe knoby 

KLX 150s
Roda Depan  : 70/100-19
Roda Belakang          : 90/100-16

untuk ban KLX 150S menggunakan tipe Ban Knoby yaitu tipe ban bergerigi yang sangat baik untuk mencengkram tanah dan jalan yang tidak rata namum tetap stabil dalam kecepatan tinggi di jalan ber aspal.


Ban D-Tracker 150S Tipe Flat Tyre


D-Tracker 150s
Roda Depan                                 :100/80-14
Roda Belakang                                 :120/80-14

Untuk Ban D-Tracker Menggunakan Flat Tire yaitu ban aspal jenis Battlax yang memberikan keamanan dan kenyamanan prima.


Tujuan perbandingan

tujuan dari perbandingan kedua motor tersebut untuk mengetahui spesifikasi kedua motor tersebut dan untuk memberikan pengetahuan tentang motor semi off road ini kepada peminat agar dapat mengetahui kelebihan serta mungki kekurangannya,tidak lain juga untuk melengkapi tugas mata kuliah metodologi penelitian 

 

terimaksih saya ucapkan kepada:
Sumber: http://www.kawasakijatim.com/2012/07/perbedaan-dan-persamaan-klx-150s-dan-d.html

Senin, 09 Mei 2016

Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara



Nama         : Muhamad Rizki
Kelas          : 2IC09
NPM           : 27414001

Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara

Diperlukan kesadaran WNI untuk :
1.  Mengerti, memahami, mengahayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan negara
2.  Mengerti , memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara,bahwa dalam menyelenggarakankehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga warga negara memiliki cara pandang.

Agar kedua hal terwujud, diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah
Untuk mempercepat tercapainya tujuan wawasan Nusantara, disamping implementasi seperti yang telah disebutkan diatas, perlu juga dilakukan pemasyarakatan materi Wawasan Nusantara kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pemasyarakatan Wawasan Nusantara tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut

1. Menurut sifat/ atau cara penyampaian, yang dapat dilaksanakan sebagai berikut
a. Langsung yang terdiri dari ceramah, diskusi, dialog, tatap muka
b. Tidak langsung, yang terdiri dari media elektronik dan media cetak

2. Menurut metode penyampaian yang berupa :

a. Keteladanan. Melalui metode penularan keteladanan dalam sikap perilaku kehidupan sehari-hari kepada lingkungannya serutama dengan memberikan contoh-contoh berpikir, bersikapdan bertindak mementingkan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga timbul semangat kebangsaan yang selalu cinta tanah air.

b. Edukasi, yakni melalui metode pendekatan formal dan informal. Pendidikan dormal ini dimulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, pendidikan karier di semua strata dan bidang profesi, penataran, kursus dan sebagainya. Sedangkan pendidikan non-formal dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, pemukiman, pekerjaan, dan organisasi kemasyarakatan.

c. Komunikasi. Tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi wawasan nusantara melalui metode komunikasi adalah tercapainya hubungan komunikatif secara baik yang akan mampu menciptakn iklim saling menghargai, menghormati, mawas diri, dan tenggang rasa sehingga terciptanya kesatuan bahasa dan tujuan tentang wawasan nusantara.

d. Integrasi. Tujuan yang ingin dicapai dari pemasyarakatan/sosialisasi wawasan nusantara melalui metode ini adalah terjalinnya pemahaman tentang wawasan nusantara akan membatasi sumber konflik di dalam tubuh bangsa Indonesia baik pada saat ini maupun di masa mendatang dan akan memantapkan kesadaran untuk mengutamakan kepentingan nasional dan cita-cita tujuan nasional.
Dalam melaksanakan pemasyarakatan, lingkup materi wawasan nusantara yang disampaikan hendaknya disesuaikan dengan tingkat, jenis, serta lingkungan pendidikan agar materi yang disampaikan tersebut dapat mengerti dan dipahami.

Hakekat Wawasan Nusantara

Hakekat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertiannya yaitu merupakan cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional.
Hal tersebut berarti bahwa setiap warga Negara dan aparatur Negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan Negara Indonesia.

Unsur - unsur wawasan nusantara :
1. Wadah

a. Wujud Wilayah
Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh perairan. Oleh karena itu Nusantara dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan didalamnya.
Setelah bernegara dalam negara kesatuan Republik Indonesia, bangsa indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagi kegiatn kenegaraan dalam wujud suprastruktur politik. Sementara itu, wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah lembaga dalam wujud infrastruktur politik.
Letak geografis negara berada di posisi dunia antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan antara dua benua, yaitu banua Asia dan benua Australia. Perwujudan wilayah Nusantara ini menyatu dalam kesatuan poliyik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan.

b. Tata Inti Organisasi
Bagi Indonesia, tata inti organisasi negara didasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara kekuasaaan pemerintah, sistem pemerintahan, dan sistem perwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Kedaulatan di tangan rakyat yang dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Sistem pemerintahan, menganut sistem presidensial. Presiden memegang kekuasaan bersadarkan UUD 1945. Indonesia adalah Negara hukum ( Rechtsstaat ) bukan Negara kekuasaan ( Machtsstaat ).

c. Tata Kelengkapan Organisasi
Wujud tata kelengkapan organisasi adalah kesadaran politik dan kesadaran bernegara yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang mencakup partai politik, golongan dan organisasi masyarakat, kalangan pers seluruh aparatur negara. Yang dapat diwujudkan demokrasi yang secara konstitusional berdasarkan UUD 1945 dan secara ideal berdasarkan dasar filsafat pancasila.

2. Isi Wawasan Nusantara
Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti tersebut di atas, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional. Isi menyangkut dua hal yang essensial, yaitu:
a. Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.
b. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
Isi wawasan nusantara tercemin dalam perspektif kehidupan manusia Indonesia meliputi :
a. Cita-cita bangsa Indonesia tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan :
1) Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
2) Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
3) Pemerintahan Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
b. Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh meliputi :
1. Satu kesatuan wilayah nusantara yang mencakup daratan perairan dan dirgantara secara terpadu.
2. Satu kesatuan politik, dalam arti satu UUD dan politik pelaksanaannya serta satu ideologi dan identitas nasional.
3. Satu kesatuan sosial-budaya, dalam arti satu perwujudan masyarakat Indonesia atas dasar “Bhinneka Tunggal Ika”, satu tertib sosial dan satu tertib hukum.
4. Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan asas kekeluargaan dalam satu sistem ekonomi kerakyatan.
5. Satu kesatuan pertahanan dan keamanan dalam satu system terpadu, yaitu sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).
6. Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan nasional.

3. Tata Laku Wawasan Nusantara Mencakup Dua Segi, Batiniah dan Lahiriah
Tata laku merupakan dasar interaksi antara wadah dengan isi, yang terdiri dari tata laku tata laku batiniah dan lahiriah. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa indonesia, sedang tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan , perbuatan, dan perilaku dari bangsa Indonesia. Tata laku lahiriah merupakan kekuatan yang utuh, dalam arti kemanunggalan. Meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian.
Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangga dan tanah air sehingga menimbulkan nasionalisme yang tinggi dalm segala aspek kehidupan nasional.





























DAFTAR PUSTAKA