gunadarma.ac.id

Senin, 09 Mei 2016

Implementasi Wawasan Nusantara



Nama         : Muhamad Rizki
Kelas          : 2IC09
NPM           : 27414001

Implementasi Wawasan Nusantara
Penerapan Wawasan Nusantara harus tercemin pada pola pikir, pola sikap dan tindaknya senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
a.     Implementasi dalam kehidupan politik, menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat,mewujudkan pemerintahan yang  kuat.

b.     Implementasi dalam kehidupan ekonomi, menciptakan tatanan ekonomi yang menjami pemenuhan  dan kemakmran rakyat secara merata.

c.      Implementasi dalam kehidupan sosial budaya,meciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan.


d.     Implementasi dalam kehiduupan pertahanan kemananan, menumbuhkan kesadaran cinta tanah air.

Sosialisasi Wawasan Nusantara
1.     Menurut sifat/cara penyampaian :
a.     Langsung                       - ceramah dan diskusi
b.     Tidak langsung              - media massa

2.     Menurut metode penyampaian :
a.     Ketauladanan
b.     Edukasi
c.      Komunikasi
d.     Integrasi
Tntangan Implementasi Nusantara :
       Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam aktivitas masyarakat mencapai tujuan nasional.
Implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yangsenantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut :

1. Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila
Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang.
Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.


2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik
Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.


b. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Di samping itu, implementasi wawasan nusantara mencerminkan tanggung jawab pengelolaa sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.
1) Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
2) Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki daerah masing-masing.
3) Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.


c. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, asal usul daerah, agama, atau kepercayaan,serta golongan berdasarkan status sosialnya. Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya Indonesia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.


d. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan keamanan
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman antara lain :
1) Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
2) Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.
3. Penerapan Wawasan Nusantara
a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara. Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia.
b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
d. Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan transportasi.
e. Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila.
f. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.


4. Hubungan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional
Dalam penyelenggaraan kehidupan nasional agar tetap mengarah pada pencapaian tujuan nasional diperlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawsan nasional untuk mewujudkan aspirasi bangsa serta kepentingan dan tujuan nasional.
Wawasan nasional bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa wawasan nusantara dan ketahanan nasional merupakan dua konsepsi dasar yang saling mendukung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang seterusnya.
Kondisi nasional (pembangunan) tidak merata mengakibatkan keterbelakangan merupakan ancaman integrasi dan pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerrah tertinggal



1.       Dunia Tanpa Batas 

a.     Perkembangan IPTEK 
Mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindak masyrakat dalam aspek kehidupan. 
b.     Kenichi Omahe dalam bukunya “Boderless World” dan “The End of Nation Statet “ menyatakan : perkembangan masyrakat global, batas wilayah negara dalam arti geografi, namun kehidupan satu negara tidak dapat membatasi kekuatan global.

2.       Era Baru Kapatalisme 
a.     Sloan dan Zureker 
Dalam Bukunya “ Dictonery of Economics” Kapatalisme suatu sistem didasarkan hak milik atas macam macam barang individu untuk perjanjian dengan pihak lain. Dalam aktivitas ekonomi yang dipilih berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri. 
b.     Lester Thurow 
Dalam bukunya “The Future of Capatalism” menyatakan : untuk dapat bertahan dalam era baru kapatalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan sosialis. Di era baru kapalisme, neara kapatais dalam rangka mempertahankan eksitensinya di bidang ekonomi. 

3.       Kesadaran Warga Negara 

a.     Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban 
Manusia Indonesia mempumyai kedudukan, hak dan kkewajiban yang sama. 
b.     Kesadaran bela negara 
Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan iaah perjuangan non fisik untuk mengrangi latarbelakang kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN, menguasai Iptek. 
Dalam perjuangan non fisik, mengalami penurunan yang ajam dibanding perjuangan fisik.

Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
           
            Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sebagai berikut :
1.     Global Paradox menyatakan negara harus mampu memeberikan eranan besar kepada rakyat 
2.     Bordless World dan The End Of Ntion State menyatakan batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi akan menembus batas tersebut. 
3.     The Future of Capatalism menyatakan strategi baru kapatalisme ialah megupayakan keseimbangan antara kepentingan individudengan masyarakat serta antara negara maju dengan berkembang. 
4.     Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama. 
5.     The Second Curve (Ian Morison) menyatakan dalam era baru timbul adanaya peranan yang leih besar dari pasar teknologi baru mengantar terwujudnya masyaraat baru 

Dari rumusan-rumusan di atas ternyata tidak ada satupun yang menyatakan tentang perlu  adanya persatuan, sehingga berdampak konflik antar bangsa karena kepentingan nasionalnya tidak terpenuhi. 

Dalam Implementasinya perlu lebih di berdayakan peranan derah dan rakyat kecil, dan apabila dipenuhi adanya faktor-faktor dominan : keteladanan kepemipinan nasiona, pendidikan berkualitas dan bermoral kebangsaan, media massa yang memberikan informasi dan kesan yang positif.  



















DAFTAR PUSTAKA


Kedudukan Wawasan Nusantara



Nama         : Muhamad Rizki
Kelas          : 2IC09
NPM           : 27414001

Kedudukan Wawasan Nusantara
           
          Wawasan Nusantara merupakan ajaran diyakini kebenarannnya oleh seluruh rakyat tujuan agar tidak terjadi penyesatan dlam rangka mencapai tujuan nasional.
          Wawasan Nusantara dalam pradigma nasional dapat dilihat dari hirakhi pradigma nasionnal sbb :
-         Pancasila (dasar negara)                              -   Landasan Idiil
-         UUD 1945 (Konstitusi negara)                   -  Landasan Konstitusional
-         Wisantara (Visi Bangsa)                              -  Landasan Visonal
-         Ketahanan Nasional (Konsepsi Bangsa)     -     Landasan Konsepsioanal
-         GBHN (Kebijakan Dasar Negara)              -  Landasan Operasional

Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta ramb-rambu dalam segala kebijaaksanaan, tindakan dan perbuatan, bagi penyelenggara negara di tingkat pusat maupun seluruh rakyatdalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
Tujuan Wawasan Nusantara mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional.
.
1.  Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar negara berkedudukan sebagai landasan idiil.
2.       Undang0undang dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara,   berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
3. Wawasan nusantara sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan visional.
4. Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional atau sebagai kebijaksanaan nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.

DAFTAR PUSTAKA

Asas Wawasan Nusantara



Nama         : Muhamad Rizki
Kelas          : 2IC09
NPM           : 27414001


Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati,dipelihara dan dicipTakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa indonesia (suku/golongan)  terhadap kesepakatan bersama. Asas wasantara terdiri dari :
         1.    Kepentingan/Tujuan yang sama
         2.    Keadulan
         3.    Kejujuran
         4.    Solidaritas
         5.    Kerjasama
         6.    Kesetiaan terhadap kesepakatan
         
1.               Kepentingan Yang Sama

Saat menegakkan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama bangsa Indonesia ini menghadapi para penjajah secara fisik dari bangsa lainnya. Sekarang, Bangsa Indonesia harus menghadapi penjajahan yang berbeda. Misalnya dengan cara mengadu domba dan memecah belah Bangsa dengan berdalih Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Lingkungan Hidup. Sementara itu, tujuan kepentingannya yakni sama untuk menciptakan kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik ketimbang yang sebelumnya.

2.       Keadilan
Kesesuaian pembagian hasil yang adil, jerih payah dan kegiatan baik itu secara perorangan, golongan ataupun daerah.

3.       Kejujuran
Keberanian untuk berfikir, berkata dan bertindak sesuai dengan realita serta ketentuan yang benar walaupun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengarkan dan dirasakan. Demi terciptanya kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara, hal itu tentu perlu dilakukan.

4.       Solidaritas
Diperlukan adanya kerja sama, mau memberi, dan rela berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karater budayanya masing-masing.

5.       Kerja Sama
Adanya koordinasi, saling pengertian yang berdasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok kecil ataupun kelompok besar dapat mencapai sinergi dengan lebih baik.

6.       Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi Bangsa dan mendirikan Negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan dan dirintis oleh Boedi Oetomo pada tahun 1907, Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945. Kesetiaan terhadap segala kesepakatan ini sangatlah penting dan menjadi tonggak utama terciptanya persatuan dan kesatuan di dalam kebhinnekaan. Apabila kesetiaan ini goyah, dapat dipastikan bahwa persatuan dan kesatuan akan hancur berantakan



     Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi  dan konstelasi geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang meliputi :
     1.    Ke dalam
     Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
     2.    Keluar
     Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik olitik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.


DAFTAR PUSTAKA